ARTIKEL
Pertanian sebagai Tulang Punggung Ekonomi Masyarakat Desa Kemranggon
Desa Kemranggon yang terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, merupakan salah satu desa yang masih mempertahankan karakteristik khas pedesaan dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan kondisi geografis yang subur, iklim yang mendukung, serta sumber daya alam yang melimpah, pertanian menjadi aktivitas utama sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat setempat.
Kegiatan pertanian di Desa Kemranggon tidak hanya menjadi mata pencaharian, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan ketekunan menjadi ciri khas dalam setiap aktivitas pertanian yang dilakukan oleh warga.
Kondisi Geografis yang Mendukung Pertanian
Desa Kemranggon memiliki kontur wilayah yang didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan ringan, dengan tanah yang subur dan aliran air yang mencukupi dari sungai-sungai kecil yang mengalir di sekitar wilayah desa. Kondisi ini sangat ideal untuk berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura. Curah hujan yang relatif stabil sepanjang tahun juga sangat membantu proses bercocok tanam, terutama bagi petani yang tidak memiliki akses ke sistem irigasi teknis.
Komoditas Pertanian Unggulan
Masyarakat Desa Kemranggon menanam berbagai jenis komoditas, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual ke pasar lokal dan luar daerah. Beberapa komoditas unggulan yang menjadi andalan petani antara lain:
1. Padi
Sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia, padi menjadi komoditas utama di Desa Kemranggon. Sistem tanam yang digunakan mayoritas petani masih mengandalkan pola tanam tradisional dengan siklus dua kali panen dalam setahun. Lahan sawah yang dikelola warga tersebar di berbagai titik desa dengan irigasi sederhana yang bersumber dari sungai kecil dan tadah hujan.
2. Jagung dan Kedelai
Selain padi, petani juga menanam jagung dan kedelai di lahan tegalan. Jagung biasa ditanam pada musim kemarau karena lebih tahan terhadap kekurangan air. Kedua komoditas ini memiliki nilai jual yang cukup baik dan menjadi bahan utama untuk kebutuhan konsumsi serta pakan ternak.
3. Sayuran dan Hortikultura
Sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, terong, dan tomat menjadi bagian dari pertanian rumahan maupun skala kecil di pekarangan warga. Beberapa warga juga mulai membudidayakan tanaman hortikultura seperti bawang daun dan sawi untuk dijual ke pasar tradisional.
4. Tanaman Perkebunan
Beberapa petani di Desa Kemranggon juga mengembangkan tanaman perkebunan seperti singkong, pisang, dan pepaya. Tanaman ini ditanam di kebun dan pekarangan yang tidak digunakan untuk lahan sawah. Hasil dari tanaman ini biasanya dijual ke pengepul atau dikonsumsi sendiri.
Sistem Pertanian Tradisional dan Modern
Mayoritas petani di Desa Kemranggon masih menggunakan alat-alat tradisional seperti cangkul, arit, dan bajak. Namun seiring dengan perkembangan zaman, beberapa petani mulai mengenal teknologi pertanian modern seperti traktor tangan, pompa air, serta penggunaan pupuk dan pestisida berbasis kimia.
Selain itu, kegiatan pertanian di desa ini tetap dilaksanakan dengan semangat gotong royong. Tradisi "sambatan" atau kerja bersama dalam mengolah lahan, menanam, dan memanen masih sangat kuat di kalangan petani. Tradisi ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Peran Pemerintah Desa dan Penyuluh Pertanian
Pemerintah Desa Kemranggon bersama dengan penyuluh pertanian dari Kecamatan Susukan secara rutin memberikan pendampingan kepada para petani. Pendampingan ini meliputi penyuluhan mengenai teknik bercocok tanam yang baik, penggunaan pupuk organik, serta manajemen pasca panen agar hasil pertanian lebih bernilai jual tinggi.
Program bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta pelatihan pertanian juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani di desa. Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa dan petani, diharapkan hasil pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat.
Tantangan dalam Dunia Pertanian
Meski memiliki potensi yang besar, kegiatan pertanian di Desa Kemranggon juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya:
-
Ketergantungan pada musim hujan
-
Harga jual hasil panen yang fluktuatif
-
Serangan hama dan penyakit tanaman
-
Terbatasnya akses terhadap teknologi dan modal usaha
Menghadapi tantangan tersebut, petani terus berupaya mencari solusi, salah satunya dengan mulai mengenal sistem pertanian organik, penggunaan pestisida nabati, serta diversifikasi tanaman agar tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja.
Inovasi dan Harapan ke Depan
Ke depan, masyarakat Desa Kemranggon diharapkan mampu mengembangkan sektor pertanian secara lebih profesional dan berkelanjutan. Langkah-langkah seperti pembentukan kelompok tani, koperasi pertanian, serta integrasi pertanian dengan kegiatan UMKM lokal menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai lumbung hidup juga terus didorong, agar setiap rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan pangan mandiri dan menjadikan pertanian sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Di sisi lain, para pemuda juga mulai dilibatkan dalam kegiatan pertanian agar regenerasi petani tidak terputus.
Penutup
Pertanian merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat Desa Kemranggon. Dari ladang dan sawah yang terbentang, lahirlah harapan, penghidupan, serta ketahanan pangan bagi seluruh warga. Dengan dukungan berbagai pihak serta semangat yang tak pernah padam, pertanian di Desa Kemranggon akan terus tumbuh sebagai pilar utama pembangunan desa yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Artikel ini hanya sebagai contoh. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi.